Senin, 07 November 2011

Cara Memilih Mainan Anak Yang Baik

Cara Memilih Mainan Anak Yang Baik

Untuk membantu perkembangan anda dengan baik, sebaiknya anda memilih permainan anak yang sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Dengan anda melakukan hal ini, maka anda akan mampu untuk membantu anda dalam proses perkembangan diri mereka.
iklan mainan
Dalam memilih permainan anak, anda harus berusaha untuk memilih permainan mendidik agar mereka bisa mengoptimalkan kemampuan intelektualitas mereka.
Selain itu, dengan memilih permainan yang mendidik, anda telah berusaha membantu mereka menjadi anak yang cerdas sehingga mereka bisa berusaha dengan baik.
Dalam memilih permainan yang baik, anda harus memikirkan usia anak anda. Untuk mainan balita, anda boleh memilih mainan boneka atau mobil-mobilan.
Tapi, usahakan untuk memilih mainan yang tidak berbahaya untuk anda sehingga anda bisa menghindarkan hal yang buruk yang mungkin terjadi pada anak anda.
Selain itu, anda harus memilih mainan yang bisa merangsang perkembangan otak dan kejiwaan mereka sehingga mereka bisa menjadi anak yang pintar dalam bidang intelektualitas dan emosi.
Permainan anak yang berupa gambar hewan, bunga, angka atau huruf juga bisa dijadikan alternatif pilihan yang baik karena semua itu bisa merangsang daya ingat dan proses perkenalan terhadap lingkungan mereka.
Selain itu, mereka juga bisa belajar sehingga mereka akan siap jika masa bersekolah telah tiba.
Juga, mereka tidak akan menjadi anak yang penakut yang merasa tidak mampu untuk menghadapi kehidupan sosial mereka.
Untuk anak yang berusia 10 tahun ke atas, memilih mainan monopoli sebagai permainan anak juga cukup bagus. Sebagai pemainan mendidik, mainan ini bisa memberikan banyak keuntungan.
Anak akan belajar untuk berinteraksi dengan temannya dan mereka juga belajar untuk berhitung. Selain itu, mereka akan belajar untuk jujur karena mereka harus berhubungan dengan bank monopoli.
Pemilihan mainan berdasarkan usia dan kemampuan ini diharapkan akan memberi efek yang baik untuk anak anda sehingga mereka akan menjadi lebih baik dalam perkembangannya. http://www.sijanggut.blogdetik.com/

Mainan Edukatif

September 29th, 2011 by sijanggut
Mainan Edukatif - Mainan bagi anak merupakan bagian dari proses belajar dan bermain, mengenal sesuatu yang baru. Mainan bisa merangsang daya pikir dan meningkatkan konsentrasi anak. Tugas kita sebagai orang tua adalah memilih mainan yang tepat untuk anak. Jangan asal pilih mainan, karena bisa membahayakan si anak nantinya.
mainan edukatif
- Pilihlah mainan yang memiliki nilai edukatif, sehingga anak bisa belajar, sepert mencocokkan gambar, atau memilih warna, alphabet.
- Pada saat membeli mainan perhatikan label mainan dan perhatikan rekomendasi umurnya. Pilihlah maianan yang tidak mudah rusak atau copot agar balita Anda terhindar dari bahaya.
- Pilih mainan yang bisa melatih daya ingat dan berpikir logis si anak, bisa berupa balok susun atau alat musik.
Pasttikan anda selalu mendampingi dan mengajarkan anak pada saat bermain. Semoga bermanfaat (wk). http://www.sijanggut.blogdetik.com/

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya. Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.
Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.www.pendidikankarakter.com

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.
Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?

Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!
Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses. http://www.pendidikankarakter.com/

Kamis, 11 Agustus 2011

Lukis Dinding kamar anak

lukis dinding kamar anak dapat menjadikan ruangan tidur anak anda menjadi lebih luas, dapat memberikan semangat baru ketika anak terbangun dari tidurnya, membuat anak senang bermain dikamar/dalam rumah.

Senin, 25 Juli 2011

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih dan Menggunakan

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih dan Menggunakan

Alat/Bahan Mainan
Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih bahan dan peralatan belajar dan bermain anak. Berikut ini beberapa yang perlu diperhatikan ketika memilih dan menggunakan alat/bahan adalah :

  1. Pilih alat atau bahan yang mengundang perhatian anakAlat dan bahan dapat memuaskan kebutuhan anak, menarik minat dan menyentuh perasaan mereka baik dari warna, jenis, bentuk, ukuran atau berat. Jenis dan bentuk alat belajar juga akan berpengaruh terhadap perkembangan belajar anak. Maka dari itu pilih yang bobotnya tidak terlalu berat sehingga anak mudah memindah-mindahkannya, kecuali memang peralatan tersebut dirancang khusus untuk tidak dipindah,digeser atau dibawa oleh anak.

  1. Mainan bukan pilihan orang tua tetapi berdasarkan minat anak terhadap mainan tersebut.
  2. Pilih bahan yang mencerminkan karakteristik tingkat usia anak. Dalam mencari alat permainan kita harus mempelajari perkembangan dan ciri-ciri belajar anak sebagaimana karakteristik anak.
  3. Pilih alat atau bahan yang memiliki unsur multiguna Alat dan bahan mainan ini dapat memenuhi bermacam-macam tujuan pengembangan atau jika memungkinkan seluruh aspek perkembangan anak dan dapat dipergunakan secara fleksibel dan serba guna.
Misalnya ketika anak bermain dengan balok ia akan berfikir untuk membangun sesuatu dari balok (kognitif) membolak-balik/mengeksplorasi balok tersebut (motorik halus) membuat bangunan baru/aneh (kreatif) atau kerjasama dengan temannya untuk menyusun balok (sosial).
  1. Alat permainan sebaiknya beraneka macam sehingga anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainan
  2. Pilih bahan yang dapat memperluas kesempatan anak untuk menggunakannya dengan bermacam cara.
 Bahan jenis ini dianjurkan karena akan banyak merangsang kreativitas daya pikir imajinasi dan kemampuan memecahkan masalah pada diri anak sehingga kemampuan-kemampuan tersebut dapat terpacu dan berkembang secara optimal.
  1. Tingkat kesulitan sebaiknya disesuaikan pada rentang usia anak Permainan tersebut tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah bagi anak.
  2. Peralatan mainan tidak terlalu rapuh
  3. Pilih bahan yang tidak membedakan jenis kelamin dan tidak meniru-niru. Sebaiknya alat atau bahan yang dipilih tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Pada anak usia dini perlu diperkenalkan berbagai peran dan hal.
  4. Pilih alat dan bahan yang sesuai dengan filsafat dan nafas pendidikan Alat dan bahan ini sering disebut dengan APE (Alat Permainan Edukatif) untuk mendapatkan dapat berkonsultasi dengan seorang ahli baik ahli mainan, pendidik anak psikolog atau perawat anak yang profesional.www.elearning.romadhon.com

Permainan Edukatif dan Ciri-ciri Permainan Edukatif Bagi Anak

Permainan Edukatif dan Ciri-ciri Permainan Edukatif Bagi Anak

            Alat permainan yang optimal adalah alat permainan yang mampu merangsang dan menarik minat anak, sekaligus mampu mengembangkan berbagai jenis kemampuan anak dan tidak membatasi hanya pada satu aktivitas tertentu saja. Menurut Isenberg dan Jacobe dalam Suratno (2005 : 61) menyebutnya sebagai "openended plaything". Alat permainan ini tidak hanya diproduksi di pabrik tapi bisa apa saja asal memenuhi kriteria. Dalam hal ini permainan yang hanya bisa dimainkan dengan satu cara tertentu saja justru menghambat proses belajar anak melalui bermain tersebut. Hal ini yang kemudian diartikan sebagai alat permainan edukatif (APE).
            Alat permainan edukatif adalah alat permainan yang dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan Tedjasaputra dalam Suratno, (2005: 61). Sebagian alat permainan edukatif dikenal sebagai alat manipulatifmanipulatif berarti menggunakan secara terampil, dapat diperlakukan menurut kehendak dan pemikiran serta imajinasi anak. Belajar Mengelolanya dengan baik akan memberi kepuasan dan manfaat bagi anak. Alat permainan edukatif adalah alat permainan yang secara optimal mampu merangsang minat anak, sekaligus mampu mengembangkan berbagai jenis potensi anak, dan dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas.
            Dalam tahun 1972 Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mengadakan seminar mengenai alat permainan. Pada saat itulah dikenalkan istilah Alat Permainan Edukatif (APE). Alat permainan edukatif adalah alat yang dapat meningkatkan perkembangan balita.

Ciri-ciri permainan edukatif

  1. Dapat digunakan dalam berbagai cara, maksudnya dapat dimainkan dengan bermacam-macam tujuan, manfaat dan menjadi bermacam-macam bentuk.
  2. Ditujukan terutama untuk anak-anak usia prasekolah dan berfungsi mengembangkan berbagai aspek perkembangan kecerdasan dan motorik anak.
  3. Segi keamanan sangat diperhatikan baik dari bentuk maupun penggunaan cat pada alat permainan.
  4. Membuat anak terlibat secara aktif.
  5. Sifatnya konstruktif.
    Setiap permainan edukatif dapat difungsikan multiguna. Sekalipun masing-masing memiliki kekhususan dalam artian mengembangkan aspek perkembangan tertentu pada anak tidak jarang dapat meningkatkan lebih dari satu aspek perkembangan.
            Selain ciri-ciri di atas yang masuk dalam kategori mainan edukatif adalah :

1. Diperuntukkan bagi anak balita
    Yaitu mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita.
2. Multifungsi
    Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi-variasi mainan sehingga simulasi yang didapat anak juga    lebih beragam.
3. Melatih problem solving
    Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan puzzle misalnya anak diminta untuk menyusun potongan-potongan menjadi utuh.
4. Melatih konsep-konsep dasar
      Lewat permainan ini dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk warna, besaran juga melatih motorik halus.
5. Melatih ketelitian dan ketekunan
    Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekedar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakan.
6. Merangsang kreativitas
    Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak dibiasakan untuk menghasilkan karya.www.elearning.romadhon.com